Guru Berkarakter Untuk Pendidikan Berkarakter

28 Agustus 2013
Bagaimanapun guru punya tanggung jawab dalam membentuk karakter manusia. Sumbangan karakter guru termasuk yang paling kontributif. Pengaruh seorang guru terhadap anak didiknya hampir sebesar pengaruh orang tua terhadap anaknya.

Sekolah formal seperti SD, SMP dan SMA punya porsi belajar yang dirancang untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup sebagai bekal hidup. Selama kurang lebih 7 jam per hari di sekolah diharapkan karakter siswa terbangun, baik melalui proses belajar mengajar ataupun interaksi antar teman sebaya.

Celakanya sering terjadi bahwa waktu interaksi antara guru dan anak didik yang terjadi hanya proses transfer ilmu semata, bukan pada proses pembentukan karakter yang utuh. Sebagian besar waktu di kelas terpakai untuk menyelesaikan target kurikulum. Akibatnya ikatan emosi antara guru dengan anak didik terasa hambar.

Stakeholders yang paling berpengaruh di dalam proses pendidikan karakter ini adalah guru. Pendidikan karakter membutuhkan teori yang berlebihan tetapi yang lebih utama adalah praktik dalam kehidupan nyata. Dalam hal ini guru lebih dituntut untuk memberikan praktik dan contoh yang baik terhadap siswa. Selain itu guru adalah seorang motivator sekaligus menjadi teladan bagi siswanya. Selain punya kompetensi pedagogis, guru harus menguasai beberapa kompetensi dalam melakukan proses pembelajaran pendidikan karakter.

Pertama kompetensi kepribadian, menjadi guru yang berkepribadian baik, santun, serta mengembangkan sifat terpuji sebagai seoarang guru. Pendidikan karakter membutuhkan guru yang dapat memberikan nilai yang dapat langsung dicontoh oleh siswa.

Kedua, kompetensi berinteraksi dan berkomunikasi. Guru berhasil membangun hubungan yang baik dengan siswa tanpa menghilangkan sopan santun antara guru dan murid. Sudah menjadi kewajiban guru untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan siswanya. Melakukan pendekatan yang persuasif untuk meningkatkan motivasi dalam belajar. Mampu memberikan konsep belajar mengajar yang tidak menekan dan memaksa terhadap siswa.

Ketiga, kompetensi bimbingan dan penyuluhan. Guru harus memberikan bimbingan. Siswa akan selalu membutuhkan bimbingan dari orang lain.

Guru bekarakter akan berusaha menciptkan iklim belajar yang efektif dan menyenangkan de­ngan kreativitas metode pem­belajaran, untuk mengurangi ke­jenuhan dan menyesuaikan dengan konteks pembelajaran sehingga tumbuh kegairahan dan motivasi instrinsik dan ekstrinsik.
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

3 komentar :

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~