Hidup Sehat Menurut Hukum Alam

19 September 2016
Jumlah orang yang menderita sakit terus meningkat, meski telah diimbangi oleh kemajuan ilmu pengobatan dan obat-obatan, hal itu masih saja terjadi. Perlu dirunut apakah manusia sekarang hidup semau-maunya sendiri tidak menurut hukum alam?

Secara umum manusia telah mengetahui ilmu hayat dan ilmu kesehatan, dimana penyakit bawaan diturunkan oleh moyangnya dan penyakit menular disebabkan oleh bakteri dan virus serta penyakit lainnya. Disisi lain kebiasaan hidup dan pola makan menjadi sarang penyakit dari bakteri dan virus.

Perkembangan ilmu kedokteran modern didasari pemikiran untuk mengobati penyakit dan atau menyembuhkan penderita. Disisi lain ilmu pengobatan yang benar didasari pemikiran untuk menjaga kesehatan atau jangan sampai menderita sakit.
Sekarang sudah waktunya merubah lingkungan hidup, kebiasaan hidup dan pola hidup masing-masing menjadi yang lebih sehat, serta perubahan pemikiran untuk menjalani hidup alami tanpa menderita sakit. Perlu adanya penelusuran bagaimana sebaiknya nenjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Para ilmuwan telah membagi menurut makannannya, binatang bertulang belakang menjadi tiga kelompok besar yaitu kelompok pemakan daging, kelompok pemakan rumput dan daun-daunan serta kelompok pemakan biji-bijian dan buah-buahan. Suatu pertanyaan dikelompok mana manusia paling cocok berada ?

Kelompok pemakan daging adalah binatang buas, seperti harimau, singa, kucing, serigala, anjing dan lain-lainnya, dengan karakteristik system pencernaannya pendek dan sederhana (dengan panjang usus tiga kali tubuh), bergigi tajam tidak bergeraham, kelenjar ludah kecil dan bersifat asam, berkuku tajam, kulit tidak berpori-pori, berkeringat melalui lidah.

Kelompok pemakan rumput dan daun-daunan, termasuk didalamnya sapi, kerbau, kuda, sebra, jerapah, domba, gajah, dan laini-lainnya, binatang ini hidup dengan memakan rumput, perdu dan daun-daunan, dan tumbuh-tumbuhan yang berserat kasar dalam jumlah banyak. Alat penecernakannya dimulai dari mulut dengan gigi depan tidak tajam dan bergeraham, pada saat menguyah kelenjar ludah mengeluarkan ludah bersifat alkali, system percernakan 10 kali panjang tubuh, berkuku tidak tajam, berkeringat melalui pori-pori kulit.

Kelompok pemakan biji-bijian dan buah-buahan, binatang ini semula berkaki empat yang kemudian berevolusi menjadi berkaki dua yaitu gorilla dan sejenisnya, yang dekat sekali dengan moyangnya nenek moyang manusia, dengan ciri-ciri gigi depan tidak tajam dan bergeraham, kelenjar ludah berkembang sempurna untuk pencernaan awal dan bersifat alkali, panjang pencernakan dua belas kali tubuh, tidak berkuku tajam, berkeringat melalui pori-pori kulit.

Moyangnya nenek moyang ini pada zaman es akhir lebih kurang 1,5 s/d 1 juta tahun yang lalu, mengalami kesulitan dalam mendapatkan makanan biji-bijian dan buah-buahan, mereka dalam mempertahankan hidupnya terpaksa makan daun-daunan dan daging binatang, mungkin karena kebiasaan atau rasa nikmat, maka makanan dimaksud dilanjutkan sampai sekarang.

Manusia jelas sekali bukan pemakan daging, bila dilihat dari segi fisiologi - anatomi dansistem pencer- nakannya, serta insting dasarnya bukan sebagai pemakan daging, Dan sepanjang yang penulis ketahui pada saat makan daging tidak seperti binatang waktu makan daging, tetapi dengan membakarnya lebih dahulu, merebus, menggoreng dengan menyembunyikan bentuk asli daging dengan bumbu-bumbu sehingga bentuk dan aroma asli daging tidak terlihat.

Gigi sebagai cermin jenis makanan apa yang dimakan oleh setiap spesies. Gigi pemakan daging semua tajam dan runcing berguna untuk mencabik-cabik daging, sebaliknya pemakan rumput, daun dan biji- bijian memiliki gigi depan berbentuk kotak dan tidak runcing, cocok untuk menggigit tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian.

Manusia memiliki 32 gigi, dengan pembagian dua pasang gigi seri atas bawah, satu pasang taring atas bawah, serta lima pasang gerahan atas bawah. Dengan susunan gigi tersebut perbandingannya menjadi satu taring untuk mencabik daging dan tujuh gigi untuk menguyah makanan nabati, bila dihitung muncul rasio makanan yang ideal bagi manusia berupa 12,50% jenis makanan hewanni dan 87,50% jenis makanan nabati. Bercernin dari gigi terjawablah manusia sebagai maklhuk pamakan segala dengan perbandingan proporsionalnya seperti tersebut diatas.

Dalam pelajaran ilmu hayat sewaktu SR / SD dahulu selalu diingatkan kalau menguyah makanan minimal sebanyak 32 kali, dan untuk makanan yang keras dikunyah lebih banyak lagi, belum lama ini baru penulis sadari bahwa menguyah lebih dari 32 kali suatu hal yang benar dan baik, karena pada saat menguyah secara otomatis keluar ludah yang bersifat alkali dan mangandung enzyme pthyalin untuk pencernakan awal dan supaya makanan menjadi halus sebelum ditelan. Mulai saat dikunyah dan seterusnya selalu disertai oleh enzyme-enzym yang diper- lukan sesuai fungsi masing-masing enzyme, yang menurut para akhli ada sekitar 5000 jenis enzyme yang bekerja dalam tubuh, yang dibagi dua kategori yaitu enzyme yang dibuat dalam tubuh dan enzyme yang diperoleh dari luar tubuh dari makanan yang dimakan.

Perlu diigat ada sekitar 3000 jenis enzyme yang dibuat oleh bakteri-bakteri usus untuk menjadikan makanan yang dimakan bermanfaat untuk tubuh. Untuk menjadikan alat kelengkapan pencernakan selalu konduksif bagi bakteri pembuat enzyme aktif, perlu selalu dijaga bahan-bahan makanan yang dimakan dalam porsi yang proporsional dan utamanya bahan-bahan nabati segar,sehat, bersih yang masih mengandung banyak enzyme dan vitamin.

Perlu perhatian atas makanan yang dimakan dari bahan nabati alami, serta proses pengolahannya harus bersih dan sehat, sesuai sifat enzyme dan vitamin yang dikandung (tidak direbus lama atau sampai mendidih) karena kebanyakan enzyme dan vitamin rusak pada suhu 80 derajat. Namun apabila pengolahannya kurang bersih dan baik akan mengganggu metabolisme tubuh dan akan menimbulkan berbagai gangguan dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, serta penyakit dari dalam tubuh sendiri, misalnya mulas, diare, pegal linu, asam urat, kolesterol, lever, diabetes,ginjal dan lain-lain.

Rangkaian organ tubuh yang melaksanakan fungsi pencernakan (kecuali mulut) mempunyai irama biologi dengan jam kerja yang tetap dan sistematis yang dibagi dalam tiga siklus dalam 24 jam per hari. Meskipun pada saat-saat tertentu tetap berkerja aktif diluar jam dimaksud, tetapi tidak seaktif irama biologisnya, dan bila aktivitas salah satu siklus ada hambatan (misal harus aktif diluar jam siklus) akan menghambat proses siklus berikutnya. Adapun jam aktif ketiga siklus yang terjadi dalam tubuh adalah sebagai berikut:
  1. SIKLUS PENCERNAKAN
    Terjadi antara pukul 12.00 s/d 20.00, kisaran waktu tersebut saat tepat untuk makan makanan padat atau berat. Menjelang tidur malam lambung tidak boleh penuh dengan makanan, utama nya makanan padat atau berat. Disarankan dua s/d tiga jam sudah tidak makan dan minum satu jam sebelum berangkat tidur.
  2. SIKLUS PENYERAPAN
    Terjadi antara pukul 20.00 s/d 04.00, ketika tidur atau otak dalam istirahat total yang bila diukur mencapai gelombang alpha, pada saat ini organ tubuh yang berfungsa menyerap dan ngedarkan vitamin dan sari-sari makanan bekerja lebih aktif. Kurang tidur atau tidak tidur atau sudah larut malam masih makan makanan padat atau berat akan mengganggu aktivitas siklus penyerapan dan memboroskan energi (biasanya pagi harinya terasa loyo).
  3. SIKLUS PEMBUANGAN
    Terjadi pada pukul 04.00 s/d 12.00, pada antara waktu tersebut secara intensif tubuh mulai melakukan pembuangan dari sisa-sisa makanan yang tidak terserap dan juga sisa-sisa proses kimiawi, saat ini paling banyak diperlukan energi. Selama siklus pembuangan ini sebaikya tidak makan makanan yang padat atau berat, karena akan memboroskan energi dan memperlambat proses penyerapan dan pencernakan yang berpengaruh pada proses pembuangan.
Suatu hal yang perlu mendapat perhatian dan atau dicoba misalnya dalam proses siklus pembuangan belum buang air besar, meskipun proses pembuangan sudah terjadi melalui keluarnya keringat dan air seni karena kegiatan rutin pekerjaan dan olah raga, sebaiknya tidak makan makanan padat tetapi makan buah-buahan, yang akan bisa merangsang lebih aktif lagi proses pembuangan. Apabila ketiga siklus tersebut diatas prosesnya tepat waktu akan terasa tubuh ini lebih sehat dan bugar.

Menjaga saluran pencernakan dalam siklus irama biologisnya, akan menghasilkan enzyme dan vitamin yang diperlukan oleh semua organ tubuh,yang menjadikan tersedianya energi tubuh yang cukup untuk menopang aktivitas harian dan nejaga tubuh tetap sehat dan bugar, yang merupakan jalan pintas dalam upaya meningkatkan hidup sehat menurut hukum alam.

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

8 komentar :

  1. Ini artikel yang saya cari gan , ijin share ya gan :)


    Situs Poker Online

    BalasHapus
  2. Ini artikel yang saya cari gan , ijin share ya gan :)


    Situs Poker Online

    BalasHapus
  3. manteps, ilmunya sangat bermanfaat buat saya

    BalasHapus
  4. ilmu kesehatan jaman kuno (jaman dahulu) memang lebih tepat daripada ilmu kesehatan jaman sekarang, dimana jenis2 penyakit baru banyak bermunculan

    BalasHapus
  5. Terima kasih Informasinya gan , Sangat Membantu dan di tunggu artikel berikutnya^^


    PokerOnline Terpercaya
    agen poker terbaik

    BalasHapus
  6. Terima kasih Informasinya gan , Sangat Membantu dan di tunggu artikel berikutnya^^


    PokerOnline Terpercaya
    agen poker terbaik

    BalasHapus

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~