Photobucket
sekedar mengungkap pendapat - tak harus sependapat

Photobucket Knapa Musti Segitu?

B

ukan mengingkari tradisi, bukan pula lari dari kenyataan, tapi kerana kita diberi akal dan pikiran, terkadang fasilitas itu saya gunakan secara berlebihan. Pikiran ini muncul saat saya SMP hingga sekarang. Kenapa jumlah hari musti tujuh?. Kenapa ada Senin, Selasa sampai Minggu?. Kenapa nenek moyang kita tidak mewariskan hari cukup 2 saja, Sabtu dan Minggu?. Andai itu terjadi, alangkah nikmatnya. Sehari kerja, sehari libur. Tak ada upacara, tak ada malam Jumat yang menakutkan. Analog dengan itu, kenapa sebulan musti 30 hari?. Kenapa tanggal sebanyak itu?. Kenapa tidak dua saja, tanggal 1 dan tanggal 2?. Semua pegawai pasti setuju, dua hari sekali gajian. Mau? Tapi kita perlu berpikir jauh... Bayangkan andai nenek moyang kita bersepakat jumlah hari ada 60. Kita liburnya cuma 2 bulan sekali. Atau bayangkan seandainya tanggal ada 180, setahun kita hanya gajian 2 kali. Maka... Bersyukurlah kita diwarisi hari yang tujuh, jumlah hari yang cuma sekitar 30 sebulan. Mari berterima kasih dan kita doakan nenek moyang kita. Berdoa... Mulai.


13 - RESPONS:

ekspresi.hati mengatakan...

Menerima dengan bertanggung jawab dan bersyukur atas segala yang yang kita terima adalah sikap yang bijaksana, ya nggak pak Guru

Marsudiyanto mengatakan...

@ ekspresi hati:
Mohon doanya agar saya termasuk orang yang bijaksana dan tidak bijaksini...

sitijenang mengatakan...

kalo tradisi romawi, seminggu ada 7 hari. arab juga ikut. kalo hindu jawa, siklusnya cuma ada 5 hari. karena itu, disamping ada hari senin-minggu, dalam tradisi jawa juga ada pasaran (siklus 5). :)

Marsudiyanto mengatakan...

@ Mas Sitijenang:
Ilmunya mantap...
Menguasai hal2 yang bagi sebagian orang jaman sekarang sudah terlupakan.
Saya bangga, saya salut dan saya sangat mengapresiasi Anda... Sukses!

Gus Yehia mengatakan...

Nanti kalo saya jadi presiden akan di ubah ah..

khairuddin mengatakan...

Gus ye itu selalu deeech...asal
Orang jaman dulu ternyata lebih bijak dalam menentukan hitungan hari dan bulan. Bayangkan yg mbuat itu bangsa Romawi. Negara Super Power sajah tak mampu mengubah jumlah hari dan bulan

Ga tau k-lo Gus Ye jadi President nanti

Marsudiyanto mengatakan...

@ Gus Ye & Mas Khay:
Semua tergantung kita. Kalau kita mampu revisi, knapa kagak?

rochmaniac mengatakan...

Kalau sudah sampai itung-itungan matematika, kepalaku pusing pak. Biar diurusi yang bisa saja.

Gelandangan mengatakan...

kenapa juga yah kita disebut manusia jawabannya adalah sang waktu yang garang :D
salam kenal

sawali tuhusetya mengatakan...

guru matematika merangkap profesi jadi ahli terawangan plus ahli kelirumologi. lama2 pak mar bisa jadi saingan berat jaya suprana nih, hehehehe .... kalau gitu, kenapa juga seminggu ndak cukup sehari saja, pas hari minggu. jadi ndak ada anak sekolah, ndak ada guru ngajar, ndak ada kantor yang buka, kekekeke ...

Marsudiyanto mengatakan...

@ Mas RohmaniaC:
Pusing kan sudah ada sebelum Matematika Pak...

@ Gelandangan:
Manusia kerana dimakan usia...

@ Pak Sawali:
Mbendino Ngeblog ya Pak...
Setujuuuu!!!

abdee mengatakan...

Yang keren adalah Kalender Jawa Sultan agungan... bisa memadukan kalender yang berdasar bulan maupun matahari... sehingga ada Senin Pon, Jumat Kliwon, dll.

Stop Dreaming Start Action mengatakan...

kapan sampeyan jadi presiden
Stop Dreaming Start Action

Sulumits retsambew

Sulumits Retsambew