Soal Seks, Wanita Lebih Berisik

21 Juli 2012
Soal seks, pria boleh jadi sosok yang mendominasi. Namun, saat bercinta, wanita ternyata jauh lebih aktif. Lebih tepatnya aktif 'bersuara'.

Sebuah survei pernah dilakukan oleh retailer sex toys, lovehoney.co.uk, dan melibatkan sebanyak 1.171 responden, terdiri dari 566 wanita dan 605 pria. Dari survei tersebut diperoleh data 94 persen wanita mengaku bersuara berisik saat bercinta, sementara 70 persen pria mengakui hal tersebut.

Salah seorang responden mengatakan, "seks itu seperti menonton pertandingan tennis di Wimbledon, sangat tenang. Tapi, wanita-lah yang lebih berisik."

Menurut Tracey Cox, seorang pakar seks, seperti dilansir dari Daily Mail, belum ada alasan ilmiah kenapa wanita bersuara lebih keras saat bercinta. Kemungkinan karena hal yang individual. Artinta tidak semua wanita melakukannya.

"Misalnya, berteriak saat menonton konser, beberapa yang lain akan memilih menonton dengan tenang. Jadi, ini bukan berarti yang tidak berteriak tidak menikmati pertunjukan," ungkap Tracey menganalogikan.

Penjelasan paling logis adalah karena wanita merasakan orgasme lebih intens (multi orgasme), dan sebagian wanita yang lain terbiasa melakukan orgasme palsu, dengan mengeluarkan desahan suara, seakan menikmati momen bercinta.

"Satu teori yang paling mungkin, bahwa wanita lebih sering memalsukan orgasme daripada pria. Hal ini untuk membutkikan bahwa ia menikmati momen saat bercinta tersebut," jelas Tracey.
Namun, lagi-lagi, Tracey membantah hal tersebut masih sebatas kemungkinan, bukan sesuatu yang pasti. "Apapun alasannya, jangan terburu-buru berpikir orang yang berisik di tempat tidur, itu berarti mereka semakin menikmatinya."

Sementara, keinginan wanita "menghibur" pria dengan melakukan fake orgasm (orgasme palsu) itu diartikan sebagai pengungkapan perasaan cinta, meski tidak secara harfiah. Realitanya, alam tidak menganugrahi wanita dengan sebuah pengeras suara yang unik. Pria boleh saja sangat diam di tempat tidur, tapi wanita terdorong untuk mengerang seperti binatang.

Marshall Miller, penulis I Love Female Orgasm : An Extraordinary Orgasm Guide bertanya, “Pernahkah Anda menonton film dan perempuan yang sedang orgasme tidak mengeluarkan suara sama sekali?” Film Guarding Tess pun bisa dijadikan contohnya.

Hal yang menarik saat melepas suara saat bercinta adalah kelegaan yang bermakna dalam bagi pria atau wanita. Barbara Carrellas, penulis buku Urban Tantra: Sacred Sex for The Twentieth Centur, percaya bahwa tiap pusat energi dalam tubuh memiliki suara kenikmatan yang saling berkorespondensi. ”Saya bisa orgasme hanya dengan berteriak.”

Mengeluarkan suara-suara bukan penanda bahwa Anda dan partner bercinta adalah yang terhebat. Namun, tak dipungkiri, bersuara merupakan salah satu cara berkomunikasi dan merespon sentuhan dan rangsangan yang diberikan oleh pasangan.

Dan, Anda, wanita, bisa bernapas lega. Tim ilmuwan Jerman tengah meneliti hal ini. Mereka mengungkapkan bahwa saat wanita berisik selama bercinta, 59 persen pria akan melakukan ejakulasi. Sementara jika wanita diam saja saat bercinta, pria yang ejakulasi hanya sebesar 2 persen. Para ilmuwan juga menemukan, bahwa waita yang tengah berisik saat bercinta sebenarnya sedang mengalami masa subur.
Anda setuju?

sumber : suaramerdeka online
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

7 komentar :

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~