Telur Asin

17 November 2015
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan, yaitu diberi garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak. Jenis telur yang diasinkan umumnya adalah telur itik. Telur asin bisa bertahan hingga 1 bulan.

Di Indonesia, terutama di pulau Jawa telur asin biasanya diproduksi dash telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) yang memiliki ciri khas cangkang telur yang berwarna hijau-kebiruan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat persiapan pembuatan telur asin :
  • Gunakan telur bebek kualitas premium. Ciri-cirinya kuning telurnya berwarna kemerahan dan tidak berbau amis ketika sudah menjadi telur asin
  • Telur bebek kualitas bagus dan tidak amis biasanya dihasilnya oleh bebek yang diberi makanan pakan organic serta udang sehingga telur tidak amis dan kuning telurnya berwarna kemerahan . Lain halnya jika member makan bebek dengan ikan maka sudah dapat dipastikan olahan telur asin yang dihasilkan akan amis. Biasanya daerah penghasil telor bebek yang bagus itu adalah blitar, jawa timur dan indramayu.
  • Jika sulit mendapatkan telur bebek, telur ayam biasapun bisa dijadikan telur asin.
  • Untuk menentukan apakah telur bebek masih layak untuk diolah, lakukanlah pengujian dengan memasukkan telur kedalam wadah yang sudah diisi penuh dengan air. Apabila telur tenggelam, itu artinya telur masih layak dikonsumsi dan pastikan juga kalau telur tidak retak.
  • Bersihkan telur dari kotoran yang menempel lalu keringkan dengan lap. Amplas permukaan telur agar pori-porinya terbuka.
  • Gunakan air yang dingin untuk merendam telur
  • Tentukan cara pembuatan telur asin yang diinginkan sehingga bisa memperkirakan jenis dan banyaknya bahan yang akan digunakan seperti : abu gosok, garam dan batu bata merah halus
  • Bisa juga ditambahkan ekstrak daun teh saat pembuatan telur asin . Takaran penggunaan 50 gr teh untuk 3 liter air, begitu seterusnya.
Ada 3 cara pembuatan telur asin :
  1. Metode Perendaman dengan larutan air garam.
    Siapkan air dan tambahkan garam secukupnya. Aduk sampai garam larut. Lalu rendam telur yang sudah dibersihkan ke dalam larutan garam selama lebih kurang 10 hari dalam wadah yang tertutup. Jika menginginkan rasa telur yang lebih asin lagi, rendamlah telur lebih lama lagi.
  2. Metode Perendaman dengan adonan garam.
    Siapkan adonan garam : berupa campuran air dan garam yang kekentalannya seperti pasta. Lalu susun telur, lalu siram dengan adonan pasta garam tersebut sampai tertutup semuanya. Simpan beberapa hari. Setelah itu siap untuk digunakan
  3. Metode Pemeraman Dengan adonan garam, batu bata dan abu gosok.
    Campurkan abu gosok, batu merah yang sudah digiling halus dan garam. Aduk rata. Perbandingan campuran 2:2:3. Tambahkan air secukupnya sampai menjadi adonan pasta. Lalu balurkan ke telur sampai terbungkus rapi, kira-kira dengan ketebalan adonan 1 cm. Simpan ditempat yang terbuka sampai waktu yang diinginkan . Untuk asin yang tidak berlebihan penyimpanan dilakukan bisa selama 7-15 hari.
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

9 komentar :

  1. aahhh ini...saya pernah nyoba bikin, tapi gagal hehe

    BalasHapus
  2. nice share...trimakasih tipsnya

    BalasHapus
  3. Info yang bagus...
    terimakasih banyak.

    BalasHapus
  4. Mantap kayanya kalo di coba bikin sendiri..
    thanks gan.

    BalasHapus
  5. Ternyata cara nya banyak juga yah gan..
    thanks info nya.

    BalasHapus
  6. Jangan terlalu lama proses nya gan biar ngga keasinan rasanya.

    BalasHapus
  7. Artikel yang bagus...
    Semoga bermanfaat untuk orang banyak.

    BalasHapus

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~