B
ukan mengingkari tradisi, bukan pula lari dari kenyataan, tapi kerana kita diberi akal dan pikiran, terkadang fasilitas itu saya gunakan secara berlebihan. Pikiran ini muncul saat saya SMP hingga sekarang.
Kenapa jumlah hari musti tujuh?. Kenapa ada Senin, Selasa sampai Minggu?. Kenapa nenek moyang kita tidak mewariskan hari cukup 2 saja, Sabtu dan Minggu?. Andai itu terjadi, alangkah nikmatnya. Sehari kerja, sehari libur. Tak ada upacara, tak ada malam Jumat yang menakutkan.
Analog dengan itu, kenapa sebulan musti 30 hari?. Kenapa tanggal sebanyak itu?. Kenapa tidak dua saja, tanggal 1 dan tanggal 2?. Semua pegawai pasti setuju, dua hari sekali gajian.
Mau?
Tapi kita perlu berpikir jauh...
Bayangkan andai nenek moyang kita bersepakat jumlah hari ada 60. Kita liburnya cuma 2 bulan sekali. Atau bayangkan seandainya tanggal ada 180, setahun kita hanya gajian 2 kali.
Maka...
Bersyukurlah kita diwarisi hari yang tujuh, jumlah hari yang cuma sekitar 30 sebulan.
Mari berterima kasih dan kita doakan nenek moyang kita.
Berdoa... Mulai.
Kenapa jumlah hari musti tujuh?. Kenapa ada Senin, Selasa sampai Minggu?. Kenapa nenek moyang kita tidak mewariskan hari cukup 2 saja, Sabtu dan Minggu?. Andai itu terjadi, alangkah nikmatnya. Sehari kerja, sehari libur. Tak ada upacara, tak ada malam Jumat yang menakutkan.
Analog dengan itu, kenapa sebulan musti 30 hari?. Kenapa tanggal sebanyak itu?. Kenapa tidak dua saja, tanggal 1 dan tanggal 2?. Semua pegawai pasti setuju, dua hari sekali gajian.
Mau?
Tapi kita perlu berpikir jauh...
Bayangkan andai nenek moyang kita bersepakat jumlah hari ada 60. Kita liburnya cuma 2 bulan sekali. Atau bayangkan seandainya tanggal ada 180, setahun kita hanya gajian 2 kali.
Maka...
Bersyukurlah kita diwarisi hari yang tujuh, jumlah hari yang cuma sekitar 30 sebulan.
Mari berterima kasih dan kita doakan nenek moyang kita.
Berdoa... Mulai.

| Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font. Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih. |







