Nggegirisi

16 Agustus 2008

T

iap kita, pasti ingin kaya raya. Tak seorangpun yang mengingkari hal itu. Tapi apa yang terjadi kalau semua orang Indonesia kaya raya?. Enakkah, adil makmurkah, tata tentrem kertaraharjokah?.

Di benak saya, yang terjadi justru sebaliknya. Akan ada perang saudara, akan terjadi kiamat kecil, ada peristiwa nggegirisi yang mbayangkan sajapun miris.

Betapa tidak...
Bangsa Indonesia akan gondrong2, karena tukang cukur tidak ada lagi. Buat apa jadi tukang cukur, kalau sudah kaya raya?. Sudah gondrong, ketombean lagi. Karyawan pabrik shampo anti ketombe sudah kagak kerja lagi karena kaya2.
Mau makan?
Makan apa kalau beraspun susah didapat. Petani tidak kesawah lagi karena kaya2.
Mau minum?
Minum apa wong PAM tutup, pegawainya pensiun karena kaya2. Paling2 kita tengadah nunggu hujan.
Rekreasi?
Emangnya punya kuda. Atau..., mau jalan kaki?. Tukang tambal ban hilang dari peredaran. Jalan2 pada berlobang, tak ada lagi yang nambal aspal. Tukang tambal aspalnya dah pada kaya raya. Jalan Daendels berubah jadi sungai Daendels.
Sakit? Mau ke Puskesmas?
Kagak ada dokter praktek, sudah kelebihan uang.
Tak ada lagi profesi pembantu. Kita musti masak sendiri, cuci baju sendiri, betulin genting bocor sendiri. Iya kalau ada genting pengganti, wong pabrik genting tutup semua. Baju sobekpun kita tak mampu betulin karena pabrik benangnya tutup.
Mau ngeblog?
Emangnya komputer bisa nyala pakai lilin, lha wong PLN juga macet tak ada lagi yang mau kerja.
(yang mau nikah kasihan sekali, cari penghulu kagak dapet2)

Mungkin semua kita jadi tukang todong. Mau nyalakan komputer musti nodong pegawai PLN, mau cuci baju musti nodong pembantu, mau nikah musti nodong penghulu, mau makan nasi musti nodong petani, mau berobat musti nodong dokter...

Tapi...
Mau nodong pakai apa wong kagak ada yang jualan pistol. Mau nodong penodong?
Bisa2 kita yang kena todong duluan dan dijadikan pembantunya tukang todong.

Apakah kita harus berdoa agar rakyat Indonesia tidak kaya raya semua?
Sungguh nggegirisi. Untung saja ini hanya ada di pikiran saya.


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

NKRÉ dijaga ABRÉ

13 Agustus 2008

E

nam puluh tiga tahun Indonesia merdeka, tapi sebagian besar rakyatnya masih belum mampu mengeja nama negaranya sendiri dengan benar. Hampir setiap kita, ketika ditanya "Apa nama negara kita", jawabannya pasti mantap: "Éndonesia !".

Kenapa kita fasih menyebutkan Indomie, Indosiar, Indosat, Indomaret dan Indo-indo yang lain, tetapi ketika menyebut negara sendiri malah keseleo?.

Tak ada yang menyebut Indosiar dengan Éndosiar atau Indomie dengan Éndomie. Tapi mengapa Indonesia dibaca sebagai Éndonesia?. Anehnya ketika menyebut Indocina malah betul...

Saya jadi bimbang, kita ini orang Indonesia apa Éndonesia sich?.

Naga2nya akan ada NKRÉ, PKÉ, RRÉ, TVRÉ, FPÉ, TKÉ, ABRÉ, POLRÉ.
(kalau aku sich suka nyanyi OLÉOLÉ sambil makan ONDÉONDÉ dan mbayangkan WAJAHÉ JUPÉ...)


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Kamus Ndak Lengkap

11 Agustus 2008



I
ni kamus ompong, ndak genep dan asal2an. Tidak berdasar téori, tidak mengadopsi kamus resmi dan sangat tidak beraturan.
Cuman satu hal yang mirip kamus, yaitu urutannya dari A sampai Z. Itu dowang.
Jangan pernah menjadikannya sebagai pedoman karena sangat tidak dirékomendasikan.

  • anjing : larinya kenceng karena kakinya empat.

  • b.h : bungkus hindomilk

  • celana : yang harus dipunyai calon anggota legislatif selain ijasah

  • déwasa : malu kalau ndak pakai celana

  • èrèksi : kalau terjadi pada hidung namanya mancung.

  • fulus : perlengkapan buat cari yang halus dan mulus

  • garèng : bukan keluarga cendana, sehingga miskin fulus

  • hamil : hanya terjadi pada wanita yang pernah ketemu pria

  • irama : nama belakang penyanyi ndangdut tua. Dia ndak mirip Garèng tapi lebih mirip Bagong

  • jahanam : neraka bintang lima.

  • kacamata : ya kaca buat mata, masak kaca buat paha. Gitu aja kok repot.

  • lonthong : bulat panjang bisa bikin perut membesar

  • marsudiyanto : penyusun kamus setelah era purwadarminta. Punya lonthong tapi ndak dipublish

  • nasi gorèng : makanan pokok penduduk blog èm

  • ozawa : bukan pacarnya obama, juga bukan pacarnya osama. Lebih lezat daripada nasi gorèng

  • poligami : disukai laki2, dibenci perempuan, kecuali Ozawa

  • queen : istrinya king, tapi ndak pakai kong

  • raja : ya suaminya queen tadi itu. Dibilangin kok ngèyèl

  • susu : yang palsu aja énak, apalagi yang asli. Susu raja biasanya kecil2

  • tikus : bukan wedus. Susu tikus lezat... Kata anak tikus

  • udel : halte sebelum sampai terminal induk

  • vasèktomi : pembunuhan karakter

  • wis ah : sudah ah...

  • xxx : judul film perang. Tembak2an melulu tapi ndak ada yg mati

  • yogyakarta : jogjakarta, ngayogjo, yogyes, tapi bukan Jogjaxarta

  • zaénab : saudaranya zaénal, kakak iparnya zaénuddin. Sekarang kuliah di Jogja


sumber : dari mana saja, tapi tidak dari kamus purwodarminto

mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

HaNuMan

B

agi politisi akan menduga hanuman adalah nama partai, para lelaki malah mengira itu merk celana dalam, anak mengira itu kelompok lakon seperti Batman, Megaloman, Superman dkk, yang suka othak athik gathuk menterjemahkannya sebagai "hanunya laki2", yang dhalang seperti Ki Sawali mengira saya salah ketik nama wayang komunitasnya Hanila, Hanggodo, Subali, Sugriwo, Jembawan, Anjani dll.
HaNuMan adalah Hati Nurani Manusia, suatu istilah biasa yang saya singkat biar terkesan luar biasa. Menurut ilmu jurnalistik dan ilmu pemasaran yang saya pelajari, katanya "judul" itu harus menarik, penuh tanda tanya dan harus bikin penasaran, sehingga orang akan membacanya lebih lanjut. Saya yakin seyakin2nya, Anda telah membacanya sampai disini, sehingga teori jurnalistik dan pemasaran itu benar adanya.
Ada apa dengan hati nurani manusia?
Konon katanya, (ungkapan paling gampang, karena mau menyebut landasan teori atau sumber kok terlalu ilmiah), hati nurani manusia itu lebih jujur dan paling jujur dibanding organ tubuh yang lain.
Beberapa kali saya membuat jajak pendapat, polling, angket, tanya jawab atau apapun namanya selama puluhan tahun (1981 s.d 2008) kepada ribuan manusia terpercaya, terdidik, sehat jasmani dan rohani, adil dan beradab, tidak dalam tekanan, berkelakuan baik, berkepribadian amat baik, IQ normal, terseleksi.
Responden itu adalah murid saya sendiri sejumlah 4.984 orang yang kami bagi dalam 3 kategori, yaitu siswa kelas 1 baru yang kata orang2 namanya input (karena baru masuk), siswa kelas 3 yang hampir lulus yang kata orang2 namanya output (karena akan segera keluar) dan siswa kelas 2 yang tidak baru masuk dan belum mau keluar, artinya masih diam di tempat sehingga kata saya (bukan kata orang2) saya istilahkan "diamput" (karena memang masih diam, sebuah istilah baru untuk sesuatu yang tidak lagi sebagai input dan belum akan menjadi output).
Apa jajak pendapatnya dan bagaimana hasilnya, berikut saya sertakan laporannya.

Hal : "Melihat teman terlambat dan dimarahi guru"
Hasil : Senang = 95%; Kasihan = 4%; Biasa Saja = 1%
[Suka melihat orang lain susah]

Hal : "Melihat guru panik karena lupa teori"
Hasil : Pengin tertawa = 94%; Kasihan = 2%; Biasa Saja = 4%
[Senang melihat orang lain susah]

Hal : "Upacara Rutin Hari Senin"
Hasil : Senang = 2%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 92%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]

Hal : "Mengerjakan PR atau Tugas"
Hasil : Senang = 12%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 82%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]

Hal : "Melihat teman dipuji guru"
Hasil : Senang = 3%; Tidak Senang = 84%; Biasa Saja = 13%
[Susah melihat orang senang]

Hal : "Masuk jam 07.00 Pulang jam 13.30"
Hasil : Setuju = 9%; Tidak Setuju = 78%; Tidak Tahu = 13%
[Maunya masuk jam 08.00, pulang jam 10.30 seperti Taman Kanak-Kanak]

Hal : "Tidak belajar tapi nilainya baik"
Hasil : Setuju = 98%; Tidak Setuju = 0%; Tidak Tahu = 2%
[Cita2nya dapat pekerjaan ringan tapi gajinya besar]

Saya meyakini polling ini adalah fair dan bener2 dari hati nurani, karena bersifat rahasia dan anonim.
Selain polling, saya juga mengajukan beberapa pertanyaan terbuka yang harus ditulis.
Ketika saya tanya "Apa tujuan mereka sekolah di SMA", sebagian besar siswa terlihat bingung mau jawab apa. Kalaupun ada yang menjawab, terkesan ngarang dan nyari2, bukan jawaban yang terkonsep. Itulah fakta. Ibarat kita naik bis, ketika kondektur tanya mau ke mana, kita terbengong2 tak bisa jawab cepat dan masih mikir. Aneh!.
Lalu ketika saya tanya "Sebutkan 3 sifat jelek yang dimiliki", anak demikian sigap menuliskannya, bahkan ada yang kelebihan saking banyaknya. Tapi ketika sampai pertanyaan ketiga, "Sebutkan 3 sifat baik yang dimiliki, kembali siswa mikir2 bahkan bengong karena kesulitan mendapatkan jawaban.
Pertanyaan berikutnya mulai itung2an, "Dalam sehari kemarin, berapa perbandingan antara hal baik yang dilakukan dan hal tidak baik yang telah dilakukan. Rata2 jawaban siswa menunjukkan hal jeleknya lebih besar.

Saya sendiri sering bekerja tanpa tujuan dan miskin konsep. Saya juga tak pernah bisa jawab ketika ditanya tujuan saya ngeBlog itu apa. Sifat jelek saya sangat dominan.

Bagaimana dengan Anda???

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~