Saat ini saya sedang berandai2, seumpama di tubuh kita ada semacam organ yang menyerupai tombol "undo", alangkah enaknya kita. Saat jalan2 dan tersandung batu lalu kaki kita bengkak, pejet saja tombol "undo". Atau ketika kita pilek gara2 kebanyakan es kolak, pejet juga tombol "undo"nya.
Sekedar bocoran, awal tahun 2010, chips tombol "undo" ini sudah diproduksi dan bisa ditanam di tubuh kita. Yang jadi masalah adalah, pada tahun yang sama akan ada Fatwa MUI tentang larangan menanam chips di tubuh manusia.
Sekilas tampaknya menyenangkan apabila kita punya tombol "undo", tapi coba Anda bayangkan pula andai di tubuh kita juga ada tombol "delete"nya, yang tanpa sengaja kepencet saat kita tidur, sementara tombol "undo"nya macet. Bisa2 saat terbangun kita lupa siapa kita...
Kesimpulannya,
Apa yang ada pada kita saat ini, itulah sempurnanya sempurna, yang ahsani taqwim, bukan asfala safilin.
Jangan pernah mengakhiri persoalan lewat jalan pintas, bunuh diri dengan menekan tombol ctrl alt del bersamaan. Itu tak menyelesaikan masalah, itu akan bikin masalah. Percayalah...

| Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font. Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih. |







