Sebuah truk besar melaju dari Surabaya menuju Jakarta, bak belakangnya penuh muatan laki2 bercelana pendek berikat pinggang, terikat erat pada bak truk itu. Berjejal2an kepayahan, lidahnya terjulur dalam kehausan. Di kabin depan, di belakang kemudi seekor sapi jantan berkacamata hitam, berjaket kulit, celana jeans bolong2, telinganya beranting sedang asyik mengepulkan asap rokok filternya, bersebelahan dengan temannya yang tidur kelelahan.
Singkat cerita truk sampai Jakarta. Di sana telah menunggu 3 sapi jantan lain. Yg satu pasang timbangan dipohon, yang dua naik ke bak truk. Dengan kasar, satu demi satu manusia laki2 diturunkan dari truk lalu... sretttt. Dipegang sabuknya, dicantolkan pada timbangan. Dengan masih melet2 nahan capek dan haus, satu demi satu manusia2 itu ditimbang dan dicatat. Kemudian satu demi satu dipotong lehernya, dijadikan lauknya sapi Jakarta.
Hari berikutnya...
Berjajarlah warung dengan spanduk seragam, "Sate Bumbon Manusia"
Tiba2... Tetttttttttttttt....
Bel berbunyi dan saya keluar kelas. Rupanya saya telah berhalusinasi. Di Jalan Raya depan sekolah, saya melihat truk penuh muatan sapi dari Surabaya ke Jakarta. Di belakang stir, seorang laki2 berkacamata hitam menghisap rokok filternya, berdampingan dengan seseorang yg terlelap tidur.
Alhamdulillah...
Sapi tak punya akal...