D

emi mendapatkan timing yang tepat, posting ini saya terbitkan pada malam Jumat, dengan harapan aroma merindingnya terasa di benak kita. Terasa ndak terasa, saya harap pura2 terasa.
Dalam bukunya The Religion of Java, Clifford Geertz menggolongkan makhluk gaib kepercayaan masyarakat Jawa menjadi lima golongan besar, yaitu memedi, lelembut, thuyul, dhemit dan dhanyang.
Terserah mau pilih yang mana, boleh ambil satu atau semuanya. Percayalah, salah satu atau bahkan kelima-limanya sudah ada yang di sekitar kita.
Dalam bukunya The Religion of Java, Clifford Geertz menggolongkan makhluk gaib kepercayaan masyarakat Jawa menjadi lima golongan besar, yaitu memedi, lelembut, thuyul, dhemit dan dhanyang.
- Memedi, adalah makhluk gaib yang menakutkan dan merugikan manusia. Beberapa jenis memedi muncul dalam bentuk dan nama yang berbeda misalnya jrangkong, wedhon, banaspati, setan gundul, gendruwo dan sundel bolong.
- Lelembut, adalah makhluk gaib yang dapat menyusup ke dalam tubuh manusia, baik melalui kaki maupun kepala. Orang Jawa menggunakan istilah kesurupan.
- Thuyul, wujudnya seperti anak kecil, telanjang dan rambutnya berkuncung. Thuyul dapat dimiliki dengan cara menjual roh pada setan penguasanya. Bagi yang percaya, thuyul bisa digunakan untuk mendatangkan kekayaan.
- Dhemit, adalah roh sakti yang menunggu tempat angker. Orang sering mengunjungi tempat angker tersebut untuk meminta kekayaan, jodoh dan keselamatan.
- Dhanyang, mirip dengan dhemit, yaitu menunggui tempat angker, tetapi lebih dihormati karena merupakan roh orang penting semasa kehidupannya dan dianggap sebagai nenek moyang serta sebagai pelindung lingkungan masyarakat keturunannya. Keberadaan dhanyang lebih menetap dibandingkan 4 golongan sebelumnya.
Terserah mau pilih yang mana, boleh ambil satu atau semuanya. Percayalah, salah satu atau bahkan kelima-limanya sudah ada yang di sekitar kita.

| Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font. Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih. |







