Tips Mencari Duit Lewat Internet

30 Agustus 2008
Pemasang Iklan di blog demikian maraknya, tapi yang bisa dikatakan sukses hanya beberapa, sementara yang lainnya adalah penggembira belaka tak terkecuali saya dan mungkin Anda yang baca tulisan ini.

Kita jangan cepat putus asa dan berkecil hati, karena ada beberapa tips dari Gus Yehia, dalam bukunya berjudul Tips Mencari Duit Lewat Internet. Beliau mengungkapkan beberapa tips paling realistis.

Ada 3 pilihan yang bisa kita lakukan untuk meraup rupiah lewat internet yaitu:
Bekerja Sebagai penjaga Warnet.
Ngamen di warnet
Bekerja di perusahaan ISP [Internet Service Provider]
Kalo punya modal ya bikin warnetlah...

Pak Imam Sarjono dalam disertasinya mengatakan cara lain yaitu "ngemis di depan warnet", sedangkan Pak Sawali Tuhusetya dalam ceramahnya menambah dengan cara "jualan modem atau broadband".

Semoga salah satunya bermanfaat bagi Anda. Jangan pernah menyerah tapi juga jangan pula mimpi sekali klick 75 ribu rupiah atau 120 ribu jadi 1 juta dalam hitungan hari. Sangat tidak cerdas dan tidak rasional.
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Daftar Isi

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Komentar Masuk

29 Agustus 2008
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

3D

27 Agustus 2008

3D

yang ini bukan singkatan dilihat - diraba - diterawang, bukan singkatan dagdigdug, bukan datang - duduk - duwit seperti Anggota Dewan, juga bukan Tiga Dimensi seperti istilah teknik dan teknologi. Yang saya maksud 3D disini adalah sejenis virus tapi bukan virus. Ibarat lepas dari mulut singa masuk mulut buaya. Tempo hari saya direpotkan oleh tulisan yang tiba2 setiap huruf "k" berubah jadi "ngk", kini muncul fenomena sejenis. Tiap saya ngetik "d", munculnya selalu "ddd". Biar gampang, saya istilahkan saja dengan "3D"
Sudddah coba ndddandddani tapi tidddak berhasil. Kejadddiannya sangat mendddadddak dddan dddidddepan mata saya.
Ini tak bisa dddibiarkan karena menyangkut harga dddiri dddan nama baik.
Kita bukan buddak, kita orang merdddeka. Jangan mau dddiadddu dddomba. Kita tak boleh ddduddduk2, kita harus bertindddak.


Photobucket
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Omnivora?

25 Agustus 2008

M
enurut pelajaran Biologi, Herbivora adalah pemakan tumbuh2an, Carnivora adalah pemakan daging dan Omnivora adalah pemakan segala. Ternyata istilah yang sudah berpuluh2 tahun itu ada perubahan. Pemakan segala seperti kita, yang apapun doyan, kini diganti dengan Nggragasvora atau Serakahvora.

Kelinci makan wortel tapi tidak doyan ikan asin. Kucing Garong makan ikan asin tapi tidak suka buah. Monyet makan buah tapi tidak suka serangga. Cicak makan serangga tapi tidak suka sambal. Kita manusia suka wortel, ikan asin, buah, sambel, suka segalanya. Hampir semua makanan binatang, kita doyan. Mungkin salah satu penyebab kepunahan binatang juga karena mengalami kurang pangan termakan oleh kita.

Seekor kambing bisa kita eksploitasi sedemikian rupa. Kepalanya buat hiasan, kulitnya buat gendang, tulangnya buat pipa, dagingnya buat sate dan gulai, kakinya buat sup, bahkan kotorannya tanpa sisa kita jadikan pupuk.

Atau ini sudah takdir?

Nggragaskah kita?

Lihatlah deretan yang kita makan...

Ayam bakar, abon, asinan, bumbu pecel, bestik, bergedel, bakso, bandeng presto, bothok, cumi2, cakar ayam, capcay, duku, dèndèng sapi, empal, es teller, fanta merah, gulai kambing, gembili, hamburger, ikan asin, jagungbakar, jeruk, kare ayam, kacang atom, kopi, krupuk, kroket, lumpia, lontong opor, marning, martabak, nasi goreng, nasi kucing, nanas, nangka, obat kuat, opor, pecel, permen, peuyeum, rokok filter, rujak, resoles, roti, sambal, sate, sayur bayam, semur jengkol, siomay, soto, tape, telur asin, tempe bosok, ubi godog, wingko babad, yoghurt...

mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Masing² Ada Aturannya

23 Agustus 2008

K

etika aturan diterapkan pada tempatnya, maka kenyamanan, kedamaian, keberhasilan akan datang dengan sendirinya. Tapi ketika aturan diputarbalikkan, kehancuran tinggallah menunggu waktu.
Saya tidak sedang mengomentari siapa², tidak juga menyindir siapa², saya hanya berandai², saya hanya berhalusinasi dan berilusi (hobby gawan bayi).
Membayangkan, berhalusinasi dan berilusi sangat nyaman buat saya. Selain gratis, jangkauannya tanpa batas, bisa di hidden dan nirkabel.
Saat ini saya sedang berandai², andai saja aturan benar² diputarbalikkan.
Misalnya dalam olah raga. Apa yang terjadi manakala aturan sepak bola diterapkan dalam tinju?. Boleh ganti pemain, ada penalti. Kalau penalti, bagaimana ya... Mungkin petinju yang melanggar diikat tangannya ke belakang, lalu musuhnya bebas njotos sekali di bagian mana saja.
Lalu apa yang terjadi jika aturan bulu tangkis diterapkan dalam sepak bola?. Mungkin sebulan baru selesai, karena pindah tempat baru dilakukan setelah salah satu kesebelasan memasukkan 15 atau bahkan 21 goal.
Kalau militerisme dibawa ke sekolah bagaimana ya...
Saya mungkin tersanjung, kesana kemari pada dihormati yunior. Tapi repot juga. Mau masuk kelas musti langkah tegap, mau ninggalkan kelas musti penghormatan dulu. Kalau siswa saya tanya berapa 2 tambah 3, jawabnya akan bertele² karena siswa akan jawab "Siap lima !".
Yang paling enak buat kita adalah apabila makan di warung malah dapat bayaran dari penjualnya, naik bis dapat bayaran dari kondekturnya, beli laptop disangoni tokonya...
Tapi repot juga ya...
Guru mbayar SPP, murid dapat gaji. Wah, bisa bangkrut saya. Mugo² murid saya kagak ada yang mbaca. Lha kalau murid saya ramai² beri PR, kapan saya berhalusinasinya?
Suwi² kok malah malah medeni uwong. Sudah ah, saya mau tilik dunia nyata dulu...


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Semangkin tidak Ngkaruan

22 Agustus 2008

T

erkontaminasi oleh Bapak Pembangunan Nasional Jendral Soeharto yang tiap bilang makin menjadi mangkin, maka tiba2 fasilitas autocorrect dalam blog ini mengangktifken diri. Setiap huruf "k" yang terletak di tengah kata berganti jadi "ngk" secara otomatis. Tak bisa dibayangken ngkalau hal ini berngkelanjuten. Tungkang servis sudah coba perbaingki tapi ngkagak ada perubahan yang signifingken, tetep status quo. Sudah dicoba manual bin ngkustomisasi, ngkeluarnya mangkin tidak ngkaruan. Ngkungku ngkangkingku sampai ngkemeng.
Ini hanya terjadi di ngKendal apa Jangkarta juga ya...
Apa ngkomputer angku yang dimangkan tingkus???


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Cacing Cacingan

21 Agustus 2008

K

alau ada yang tidak percaya, itu hak mereka, tapi apa yang aku tulis ini kejadian nyata. Beberapa waktu yang lalu, saya kedatangan tamu. Bukan tetangga, bukan famili, juga bukan sahabat. Tamu saya adalah 2 ekor cacing. Melihat penampilannya, saya menduga mereka suami istri, karena sedemikian mesranya duduk berdampingan di kursi tamuku. Yang membuat aku bingung cuman satu, mana yang laki2 mana yang perempuan karena dua2nya tidak berkumis, apalagi berjenggot. Akhirnya aku tau juga mana yang laki2 setelah dia menawari aku rokok. Dia mohon petunjuk, karena tak mampu memecahkan persoalan yang sedang dihadapinya. Bukan masalah asmara, bukan pula masalah kesulitan ekonomi, tapi masalah keluarga. Anaknya yang balita badannya kurus karena menurut diagnosa Mantri Puskescing (Pusat Kesehatan Cacing) katanya menderita cacingan.
Dia sudah konsultasi ke semua dokter, bahkan juga sudah mendatangi KODOK KENCING (Komunitas Dokter Kecamatan Cacing) tapi tak ada yang bisa beri solusi. Mau dibiarkan, kok makin parah, tapi kalau diberi obat cacing, jangan2 anaknya ikut mati.
Karena saya belum juga bisa memecahkan persoalan tersebut, maka mereka saya suruh pulang dulu dan kembali seminggu lagi.
Adakah solusi?. Bagaimana mengatasi Cacing yang Cacingan???
Bagi siapa saja yang punya pendapat, mohon dituliskan dalam komentar.
[makin parah aja ini postingan...]


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Spiderman

20 Agustus 2008

D

alam pelajaran Biologi dikatakan bahwa laba-laba punya kaki delapan, artinya kalau benar spiderman itu ada, maka kakinya haruslah delapan.
Bayangkan andai manusia itu kakinya delapan. Betapa repotnya kalau mau pakai celana. Secara matematis akan terjadi 16 kali "nylobokkan" kaki, 8 kali celana dalam dan 8 kali celana panjang. Nyemir sepatu musti 4 pasang. Potong kuku kaki musti 8 X 5 = 40. Belum lagi kalau ke masjid. Berapa banyak sandal berjejer di depan masjid. Sandal sepasang saja kadang nyarinya susah, apalagi 4 pasang. Mungkin sandalpun dipasangi RONCAR. Sarung akan laris manis karena celana terasa tak praktis lagi. Amputasi bukan sesuatu yang perlu ditakuti, potong satu masih tujuh.
Tukang pijat taripnya naik karena mijatnya berlipat-lipat.
[postingan kok kayak gini... Blas gak mutu...]


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Maluku

19 Agustus 2008

M

aluku yang ini bukan nama kepulauan di Indonesia Timur, tapi Maluku yang ini adalah "Malu Saya".
Maluku atau Malu Saya atau Saya Malu karena banyak hal yang menjadikannya demikian. Saya tidak menyalahkan sistem, tapi sistemlah yang telah menciptakan situasi dan keadaan demikian, walau sebagian orang pasti tidak setuju, karena kita memang "tak harus sependapat".

Sistem kita, semua serba diukur dengan bukti fisik, tanpa memperhatikan kinerja yang sebenarnya. Enak mungkin iya, tapi tidak enak juga mungkin iya.

Contoh yang saya alami begini...
Saya termasuk orang yang beruntung dibanding teman yang lain, karena saya paling sering mengikuti penataran dengan biaya negara, dapat uang saku, dapat sertifikat dan dapat ilmu. Tapi disebalik itu, saya telah meninggalkan kewajiban utama saya sebagai guru.

Malu iya, tapi Mau juga iya...


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Nggegirisi

16 Agustus 2008

T

iap kita, pasti ingin kaya raya. Tak seorangpun yang mengingkari hal itu. Tapi apa yang terjadi kalau semua orang Indonesia kaya raya?. Enakkah, adil makmurkah, tata tentrem kertaraharjokah?.

Di benak saya, yang terjadi justru sebaliknya. Akan ada perang saudara, akan terjadi kiamat kecil, ada peristiwa nggegirisi yang mbayangkan sajapun miris.

Betapa tidak...
Bangsa Indonesia akan gondrong2, karena tukang cukur tidak ada lagi. Buat apa jadi tukang cukur, kalau sudah kaya raya?. Sudah gondrong, ketombean lagi. Karyawan pabrik shampo anti ketombe sudah kagak kerja lagi karena kaya2.
Mau makan?
Makan apa kalau beraspun susah didapat. Petani tidak kesawah lagi karena kaya2.
Mau minum?
Minum apa wong PAM tutup, pegawainya pensiun karena kaya2. Paling2 kita tengadah nunggu hujan.
Rekreasi?
Emangnya punya kuda. Atau..., mau jalan kaki?. Tukang tambal ban hilang dari peredaran. Jalan2 pada berlobang, tak ada lagi yang nambal aspal. Tukang tambal aspalnya dah pada kaya raya. Jalan Daendels berubah jadi sungai Daendels.
Sakit? Mau ke Puskesmas?
Kagak ada dokter praktek, sudah kelebihan uang.
Tak ada lagi profesi pembantu. Kita musti masak sendiri, cuci baju sendiri, betulin genting bocor sendiri. Iya kalau ada genting pengganti, wong pabrik genting tutup semua. Baju sobekpun kita tak mampu betulin karena pabrik benangnya tutup.
Mau ngeblog?
Emangnya komputer bisa nyala pakai lilin, lha wong PLN juga macet tak ada lagi yang mau kerja.
(yang mau nikah kasihan sekali, cari penghulu kagak dapet2)

Mungkin semua kita jadi tukang todong. Mau nyalakan komputer musti nodong pegawai PLN, mau cuci baju musti nodong pembantu, mau nikah musti nodong penghulu, mau makan nasi musti nodong petani, mau berobat musti nodong dokter...

Tapi...
Mau nodong pakai apa wong kagak ada yang jualan pistol. Mau nodong penodong?
Bisa2 kita yang kena todong duluan dan dijadikan pembantunya tukang todong.

Apakah kita harus berdoa agar rakyat Indonesia tidak kaya raya semua?
Sungguh nggegirisi. Untung saja ini hanya ada di pikiran saya.


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

NKRÉ dijaga ABRÉ

13 Agustus 2008

E

nam puluh tiga tahun Indonesia merdeka, tapi sebagian besar rakyatnya masih belum mampu mengeja nama negaranya sendiri dengan benar. Hampir setiap kita, ketika ditanya "Apa nama negara kita", jawabannya pasti mantap: "Éndonesia !".

Kenapa kita fasih menyebutkan Indomie, Indosiar, Indosat, Indomaret dan Indo-indo yang lain, tetapi ketika menyebut negara sendiri malah keseleo?.

Tak ada yang menyebut Indosiar dengan Éndosiar atau Indomie dengan Éndomie. Tapi mengapa Indonesia dibaca sebagai Éndonesia?. Anehnya ketika menyebut Indocina malah betul...

Saya jadi bimbang, kita ini orang Indonesia apa Éndonesia sich?.

Naga2nya akan ada NKRÉ, PKÉ, RRÉ, TVRÉ, FPÉ, TKÉ, ABRÉ, POLRÉ.
(kalau aku sich suka nyanyi OLÉOLÉ sambil makan ONDÉONDÉ dan mbayangkan WAJAHÉ JUPÉ...)


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

HaNuMan

11 Agustus 2008

B

agi politisi akan menduga hanuman adalah nama partai, para lelaki malah mengira itu merk celana dalam, anak mengira itu kelompok lakon seperti Batman, Megaloman, Superman dkk, yang suka othak athik gathuk menterjemahkannya sebagai "hanunya laki2", yang dhalang seperti Ki Sawali mengira saya salah ketik nama wayang komunitasnya Hanila, Hanggodo, Subali, Sugriwo, Jembawan, Anjani dll.
HaNuMan adalah Hati Nurani Manusia, suatu istilah biasa yang saya singkat biar terkesan luar biasa. Menurut ilmu jurnalistik dan ilmu pemasaran yang saya pelajari, katanya "judul" itu harus menarik, penuh tanda tanya dan harus bikin penasaran, sehingga orang akan membacanya lebih lanjut. Saya yakin seyakin2nya, Anda telah membacanya sampai disini, sehingga teori jurnalistik dan pemasaran itu benar adanya.
Ada apa dengan hati nurani manusia?
Konon katanya, (ungkapan paling gampang, karena mau menyebut landasan teori atau sumber kok terlalu ilmiah), hati nurani manusia itu lebih jujur dan paling jujur dibanding organ tubuh yang lain.
Beberapa kali saya membuat jajak pendapat, polling, angket, tanya jawab atau apapun namanya selama puluhan tahun (1981 s.d 2008) kepada ribuan manusia terpercaya, terdidik, sehat jasmani dan rohani, adil dan beradab, tidak dalam tekanan, berkelakuan baik, berkepribadian amat baik, IQ normal, terseleksi.
Responden itu adalah murid saya sendiri sejumlah 4.984 orang yang kami bagi dalam 3 kategori, yaitu siswa kelas 1 baru yang kata orang2 namanya input (karena baru masuk), siswa kelas 3 yang hampir lulus yang kata orang2 namanya output (karena akan segera keluar) dan siswa kelas 2 yang tidak baru masuk dan belum mau keluar, artinya masih diam di tempat sehingga kata saya (bukan kata orang2) saya istilahkan "diamput" (karena memang masih diam, sebuah istilah baru untuk sesuatu yang tidak lagi sebagai input dan belum akan menjadi output).
Apa jajak pendapatnya dan bagaimana hasilnya, berikut saya sertakan laporannya.

Hal : "Melihat teman terlambat dan dimarahi guru"
Hasil : Senang = 95%; Kasihan = 4%; Biasa Saja = 1%
[Suka melihat orang lain susah]

Hal : "Melihat guru panik karena lupa teori"
Hasil : Pengin tertawa = 94%; Kasihan = 2%; Biasa Saja = 4%
[Senang melihat orang lain susah]

Hal : "Upacara Rutin Hari Senin"
Hasil : Senang = 2%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 92%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]

Hal : "Mengerjakan PR atau Tugas"
Hasil : Senang = 12%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 82%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]

Hal : "Melihat teman dipuji guru"
Hasil : Senang = 3%; Tidak Senang = 84%; Biasa Saja = 13%
[Susah melihat orang senang]

Hal : "Masuk jam 07.00 Pulang jam 13.30"
Hasil : Setuju = 9%; Tidak Setuju = 78%; Tidak Tahu = 13%
[Maunya masuk jam 08.00, pulang jam 10.30 seperti Taman Kanak-Kanak]

Hal : "Tidak belajar tapi nilainya baik"
Hasil : Setuju = 98%; Tidak Setuju = 0%; Tidak Tahu = 2%
[Cita2nya dapat pekerjaan ringan tapi gajinya besar]

Saya meyakini polling ini adalah fair dan bener2 dari hati nurani, karena bersifat rahasia dan anonim.
Selain polling, saya juga mengajukan beberapa pertanyaan terbuka yang harus ditulis.
Ketika saya tanya "Apa tujuan mereka sekolah di SMA", sebagian besar siswa terlihat bingung mau jawab apa. Kalaupun ada yang menjawab, terkesan ngarang dan nyari2, bukan jawaban yang terkonsep. Itulah fakta. Ibarat kita naik bis, ketika kondektur tanya mau ke mana, kita terbengong2 tak bisa jawab cepat dan masih mikir. Aneh!.
Lalu ketika saya tanya "Sebutkan 3 sifat jelek yang dimiliki", anak demikian sigap menuliskannya, bahkan ada yang kelebihan saking banyaknya. Tapi ketika sampai pertanyaan ketiga, "Sebutkan 3 sifat baik yang dimiliki, kembali siswa mikir2 bahkan bengong karena kesulitan mendapatkan jawaban.
Pertanyaan berikutnya mulai itung2an, "Dalam sehari kemarin, berapa perbandingan antara hal baik yang dilakukan dan hal tidak baik yang telah dilakukan. Rata2 jawaban siswa menunjukkan hal jeleknya lebih besar.

Saya sendiri sering bekerja tanpa tujuan dan miskin konsep. Saya juga tak pernah bisa jawab ketika ditanya tujuan saya ngeBlog itu apa. Sifat jelek saya sangat dominan.

Bagaimana dengan Anda???

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Knapa Musti Segitu?

9 Agustus 2008

B

ukan mengingkari tradisi, bukan pula lari dari kenyataan, tapi kerana kita diberi akal dan pikiran, terkadang fasilitas itu saya gunakan secara berlebihan. Pikiran ini muncul saat saya SMP hingga sekarang.
Kenapa jumlah hari musti tujuh?. Kenapa ada Senin, Selasa sampai Minggu?. Kenapa nenek moyang kita tidak mewariskan hari cukup 2 saja, Sabtu dan Minggu?. Andai itu terjadi, alangkah nikmatnya. Sehari kerja, sehari libur. Tak ada upacara, tak ada malam Jumat yang menakutkan.
Analog dengan itu, kenapa sebulan musti 30 hari?. Kenapa tanggal sebanyak itu?. Kenapa tidak dua saja, tanggal 1 dan tanggal 2?. Semua pegawai pasti setuju, dua hari sekali gajian.
Mau?
Tapi kita perlu berpikir jauh...
Bayangkan andai nenek moyang kita bersepakat jumlah hari ada 60. Kita liburnya cuma 2 bulan sekali. Atau bayangkan seandainya tanggal ada 180, setahun kita hanya gajian 2 kali.
Maka...
Bersyukurlah kita diwarisi hari yang tujuh, jumlah hari yang cuma sekitar 30 sebulan.
Mari berterima kasih dan kita doakan nenek moyang kita.
Berdoa... Mulai.


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

08 - 08 - 08

8 Agustus 2008

E

ntah saya orang keberapa yang membahas fenomena ini, meski semua tanggal, bulan dan tahun cuma datang sekali, tapi tanggal 8 Agustus 2008 dianggap istimewa untuk sebagian orang. Suatu kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang anaknya lahir pada tanggal tersebut, karena mempunyai kombinasi yang unik bila dituliskan dalam notasi bilangan, yaitu 08 - 08 - 08. Ada yang tergila2 oleh tanggal tersebut sampai2 menurut berita di televisi ada yang operasi caesar paksa demi mengejar kelahiran anaknya di 08 - 08 - 08.
Bagaimana menurut Anda?

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Manusia 1/2 Binatang

2 Agustus 2008

Photobucket

SEMOGA TIDAK ADA RYAN DI SEKITAR KITA
Verry Idham Heryansyah
perilakunya tak seindah namanya...

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Mohon Maaf



Maaf...


Permintaan Anda sementara tidak bisa kami layani

karena sedang dalam proses upload.

Coba beberapa saat lagi.

Terima Kasih


BM-XL Pictures, Images and Photos


Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Beli 2 Dapat 3. Mau?

N

gomong2 soal kreatifitas, orang Jogja memang ahlinya. Mulai dari kata plesetan, ide berkesenian maupun kreatifitas lainnya. Ide kreatif itu ada di segala tempat, dari kampus sampai pinggiran jalan. Salah satunya terpampang di salah satu kios yang menjual bahan bangunan. Ada papan bertuliskan "beli dua gratis satu". Saya pikir baru promosi, sehingga berani beri bonus seperti itu. Siapa sich yang menolak, kalau beli 2 dapat 3?.

Usut punya usut, ternyata yang beli dua dapat tiga itu adalah "batu nisan".

Mau?

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Ketika

1 Agustus 2008

K

etika orang lain sudah melakukan inovasi tentang blognya dengan mencari penghasilan tambahan lewat internet, membentuk komunitas, melakukan pertemuan rutin, melakukan kegiatan sosial, saya seakan jalan ditempat asyik memikirkan bagaimana blog saya ini dikunjungi orang dan orang meninggalkan jejak.


Ketika orang mulai jenuh dengan warna, ketika blog2 hebat sudah mulai polos, mulai menghapus link sahabat maupun aksesoris semacam shoutmix, aku malah lagi suka2nya main warna abang-ijo dan masang aksesoris macam Plurk.


Hal yang sama juga saya alami dalam hidup di dunia nyata. Ketika murid2ku sudah sampai ke Jerman, Australia, jadi dokter, jadi insinyur, jadi pengacara, jadi pengusaha, jadi kepala sekolah, jadi debtkolektor, jadi pembunuh bayaran, jadi PSK dan lain2, saya tetep jalan di tempat seperti aku 25 tahun yang lalu.


Ngeri?

Tentu tidak !.

Jangan2, nanti ketika orang2 pada mulai makan batu, aku tetep makan nasi ya...

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~