agi politisi akan menduga hanuman adalah nama
partai, para lelaki malah mengira itu merk
celana dalam, anak mengira itu kelompok lakon seperti Batman, Megaloman, Superman dkk, yang suka othak athik gathuk menterjemahkannya sebagai "hanunya laki
2", yang dhalang seperti Ki Sawali mengira saya salah ketik nama wayang komunitasnya Hanila, Hanggodo, Subali, Sugriwo, Jembawan, Anjani dll.
HaNuMan adalah Hati Nurani Manusia, suatu istilah biasa yang saya singkat biar terkesan luar biasa. Menurut ilmu
jurnalistik dan ilmu
pemasaran yang saya pelajari, katanya "judul" itu harus menarik, penuh tanda tanya dan harus bikin penasaran, sehingga orang akan membacanya lebih lanjut. Saya yakin seyakin
2nya, Anda telah membacanya
sampai disini, sehingga teori jurnalistik dan pemasaran itu benar adanya.
Ada apa dengan hati nurani manusia?
Konon katanya, (ungkapan paling gampang, karena mau menyebut landasan teori atau sumber kok terlalu ilmiah), hati nurani manusia itu lebih jujur dan paling jujur dibanding organ tubuh yang lain.
Beberapa kali saya membuat jajak pendapat, polling, angket, tanya jawab atau apapun namanya selama puluhan tahun (1981 s.d 2008) kepada ribuan manusia terpercaya, terdidik, sehat jasmani dan rohani, adil dan beradab, tidak dalam tekanan, berkelakuan baik, berkepribadian amat baik, IQ normal, terseleksi.
Responden itu adalah murid saya sendiri sejumlah 4.984 orang yang kami bagi dalam 3 kategori, yaitu siswa kelas 1 baru yang kata orang
2 namanya
input (karena baru masuk), siswa kelas 3 yang hampir lulus yang kata orang
2 namanya
output (karena akan segera keluar) dan siswa kelas 2 yang tidak baru masuk dan belum mau keluar, artinya masih diam di tempat sehingga kata saya (bukan kata orang
2) saya istilahkan "
diamput" (karena memang masih diam, sebuah istilah baru untuk sesuatu yang tidak lagi sebagai input dan belum akan menjadi output).
Apa jajak pendapatnya dan bagaimana hasilnya, berikut saya sertakan laporannya.
Hal : "
Melihat teman terlambat dan dimarahi guru"
Hasil : Senang = 95%; Kasihan = 4%; Biasa Saja = 1%
[Suka melihat orang lain susah]
Hal : "
Melihat guru panik karena lupa teori"
Hasil : Pengin tertawa = 94%; Kasihan = 2%; Biasa Saja = 4%
[Senang melihat orang lain susah]
Hal : "
Upacara Rutin Hari Senin"
Hasil : Senang = 2%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 92%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]
Hal : "
Mengerjakan PR atau Tugas"
Hasil : Senang = 12%; Tidak Tahu = 6%; Tidak Suka = 82%
[Kelihatan sifat malasnya lebih dominan]
Hal : "
Melihat teman dipuji guru"
Hasil : Senang = 3%; Tidak Senang = 84%; Biasa Saja = 13%
[Susah melihat orang senang]
Hal : "
Masuk jam 07.00 Pulang jam 13.30"
Hasil : Setuju = 9%; Tidak Setuju = 78%; Tidak Tahu = 13%
[Maunya masuk jam 08.00, pulang jam 10.30 seperti Taman Kanak-Kanak]
Hal : "
Tidak belajar tapi nilainya baik"
Hasil : Setuju = 98%; Tidak Setuju = 0%; Tidak Tahu = 2%
[Cita2nya dapat pekerjaan ringan tapi gajinya besar]
Saya meyakini polling ini adalah fair dan bener2 dari hati nurani, karena bersifat rahasia dan anonim.
Selain polling, saya juga mengajukan beberapa pertanyaan terbuka yang harus ditulis.
Ketika saya tanya "
Apa tujuan mereka sekolah di SMA", sebagian besar siswa terlihat bingung mau jawab apa. Kalaupun ada yang menjawab, terkesan ngarang dan nyari2, bukan jawaban yang terkonsep. Itulah fakta. Ibarat kita naik bis, ketika kondektur tanya mau ke mana, kita terbengong
2 tak bisa jawab cepat dan masih mikir. Aneh!.
Lalu ketika saya tanya "
Sebutkan 3 sifat jelek yang dimiliki", anak demikian sigap menuliskannya, bahkan ada yang kelebihan saking banyaknya. Tapi ketika sampai pertanyaan ketiga, "
Sebutkan 3 sifat baik yang dimiliki, kembali siswa mikir
2 bahkan bengong karena kesulitan mendapatkan jawaban.
Pertanyaan berikutnya mulai itung
2an, "Dalam sehari kemarin, berapa perbandingan antara hal baik yang dilakukan dan hal tidak baik yang telah dilakukan. Rata
2 jawaban siswa menunjukkan hal jeleknya lebih besar.
Saya sendiri sering bekerja tanpa tujuan dan miskin konsep. Saya juga tak pernah bisa jawab ketika ditanya tujuan saya ngeBlog itu apa. Sifat jelek saya sangat dominan.
Bagaimana dengan Anda???