Dwi Lingga Salin Swara

20 Desember 2008
Jangan curiga ini tentang Bahasa Sankskerta. Ini adalah istilah Bahasa Jawa biasa, yang diajarkan di SD se Jawa Tengah dan DIY. Jika dalam tulisan sebelumnya saya mengangkat Twain yang kebanyakan tentang hal2 yang énak, nah ini kebalikannya, biasanya (ndak semua) dipakai untuk mengungkap hal2 yang kurang baik atau kurang nyaman.

Dwi Lingga Salin Swara mirip kata ulang tapi vokalnya berubah, makanya disebut salin swara. Tak terbatas dalam Bahasa Jawa saja, tapi dalam Bahasa Indonesiapun dijumpai.

Contohnya:
  • méncla-ménclé = suka ingkar janji
  • cengar-cengir = èksprèsi ndak manis
  • ketar-ketir = was-was, gelisah
  • basa-basi = sikap munafik, antara hati dan perkataan ndak sama
  • mondar-mandir = ndak tenang, jalan kesana-kemari
  • téngak-téngok = seperti mau maling
  • komat-kamit = mulut bergerak tanpa makna
  • ida-idu = meludah nonstop seperti orang ngidam
  • udat-udut = ngrokok tiada henti
  • jowal-jawil = tangan usil
  • gobal-gabul = janji boong
  • kocar-kacir = tersebar ke mana2
  • lholhak-lholhok = bloon, ndak paham apa2
Masih banyak yang lain.
Seperti biasa, sahabat semua pasti akan menambah sebanyak2nya dan selucu2nya.
Saya akan doakan semoga dapat pahala sebesar2nya

Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Bhinneka Tunggal IPA

18 Desember 2008



Y
ang punya anak kelas 1 SMA, sebentar lagi akan terima rapor bukti kemajuan yang dicapai anak kita. Wali kelas pasti mengingatkan, bahwa semester depannya ada kenaikan dan penjurusan. Sebagai orang tua, wajib hukumnya untuk tau itu sejak dini, hingga tidak kecewa di kemudian hari.


Apa makna penjurusan bagi anak kita?.
Sederhana saja, penjurusan itulah arah anak kita nantinya, ikut jadi penentu anak kita besok jadi apa. Memang tidak mutlak, tapi kalau anak kita masuk jurusan IPS, jangan mimpi besok jadi dokter atau insinyur, meskipun secara teori, anak IPS bisa ndaftar kedokteran maupun tehnik. Ibarat kura2 ikut lomba terbang, jelas kalah sama burungku.


Masih ada waktu 6 bulan untuk mengupayakan. Kalau anak kita maju di bidang bahasa dan kepariwisataan, biar aja pilih jurusan bahasa. Kita realistis saja, mahasiswa jurusan bahasa sudah bisa menghasilkan uang jajan dengan menjual jasa sebagai penterjemah. Dokter memang menjanjikan, tapi apa semua orang akan jadi dokter. Kalau memang kemampuan dan minat anak ke IPS, biarkan anak kita nyaman di situ, wong yang nglakoni bukan kita. Jangan dipaksa2, jangan menggunakan berbagai cara hanya sekedar anak kita bisa masuk IPA.

Jangan "Bhinneka Tunggal IPA", walau kemampuannya aneka ragam yang penting IPA. Kalau anak kita type burung, jangan dipaksa masuk jurusan lari, kalau anak kita type kijang, jangan paksa masuk jurusan renang dan kalau anak kita type bèbèk, jangan disuruh lari.


Ingat !

Jangan "Bhinnéka Tunggal IPA". Biarkan anak kita nyaman dengan pilihannya, nyaman dengan kesesuaian akademiknya.


Catatan:


  1. Seperempat abad lebih saya melihat fenomena, selalu ada saja orang tua memaksa anaknya masuk IPA. Pernah kejadian, ada anak yang memenuhi syarat masuk ke semua jurusan. Sesuai pilihan yang ditandatangani orang tua, anak tersebut diplot ke IPA. Anaknya stress karena pengin ke IPS. Dengan diantar ibuknya, anak tersebut menemui saya yang kebetulan tugas saya adalah mendistribusikan murid ke kelas sesuai jurusannya. Pagi harinya bapaknya datang ke sekolah sambil marah2 pada saya. Ternyata bapaknya ndak mengijinkan anaknya pindah IPS. Saya kaget, bukankah kemarin ibuknya menemui saya untuk mindah anaknya ke IPS sesuai kemauan anak?. Usut punya usut, ternyata orang tua tersebut sudah bercerai. Asem Tenan. Lha kalau begini saya mesti nuruti siapa?. Apa saya musti berperan jadi Hakim Agama?.
  2. Ndak usah orang awam, guru sendiripun banyak yang memaksakan kehendak untuk mengupayakan anaknya agar masuk IPA, tentu saja dengan segala daya upaya dan rekayasa
  3. Ini bukan salah kita, juga bukan salah sistemnya. Ini kesalahan orang2 di belakang sistem. (Saya tidak di belakang sistem tapi di dalam sistem)

  4. Saya ngajar Matematika, tapi anak saya masuk jurusan IPS. Sumpah!
  5. Monggo disimpulkan sendiri...


mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Modal Dasar

17 Desember 2008



S
alah satu modal dasar orang ngeblog adalah bisa nulis (bukan nyanyi, bukan nggambar, juga bukan nyolong). Ndak harus pinter2 amat, karena nanti malah bisa matèni pangané penulis beneran. Menulis memang mudah diucapkan tapi kadang ndak gampang dilaksanakan.

Menulis bisa berhubungan dengan apa saja, bisa dilakukan kapan saja, oleh siapa saja, untuk siapa saja, ada2 saja. (Untuk memperpanjang postingan saja).

Dari bermacam kerja menulis, ada pelajaran yang ndak ada salahnya kita cobakan dalam keseharian kita.


Pertama, 'tulis apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita tulis'.

Dengan menulis apa yang kita lakukan, kita akan punya dokumen, catatan harian, notulen atau apalah namanya, yang bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi di kemudian hari, sedangkan dengan melakukan apa yang kita tulis akan membiasakan kita untuk melakukan segala sesuatu berdasar konsep yang jelas, tak cuma diawang2 atau grambyangan.


Kedua, 'tulis apa yang kita pikirkan dan pikirkan apa yang kita tulis'.

Dengan menulis apa yang kita pikirkan, akan meringankan kerja otak kita dan memorynya ndak cepat penuh, sedangkan dengan berpikir apa yang kita tulis akan membiasakan kita untuk melakukan segala sesuatu itu musti melalui pemikiran panjang, tak cuma berdasar instink. Ingatlah pepatah 'pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna'. Artinya kira2 segala sesuatunya musti dipikir dulu


mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Yang Begini Setengah Hati ?

16 Desember 2008


D
apat Gus Yehia Award 2008 tuh pak...
Itulah kalimat yang saya lihat di shoutbox pertama kali saat saya bangun tidur pagi ini. Dasar mata masih riyip2, pemikiran juga belum fresh, baca kalimat tadi langsung curiga, paling2 award biasa yang diikuti dengan PR seperti award2 yang sering saya lihat di tempat lain. Sementara saya cuekin. Lalu iseng2 saya klick pengirimnya sehingga terhubung ke isi beritanya.
Dan inilah copy lengkapnya:







Kalau PKS memilih 100 orang Pemimpin Muda dan memberikan penghargaan, maka tidak ketinggalan 'blogger Setengah hati' juga memberikan Award 'Gus Yéhia Award 2008'. Award ini diberikan sebagai bentuk penghargaan yang Muhun jangan dinilai dari sisi nominalnya, tapi dilihat dari Monitor Komputer Anda.

Award yang aku kasih nama 'Yehia Purnakarya Nugraha hahaha' di berikan dengan segala Hormat Kepada Bapak Marsudiyanto aka Blog EM, dengan pertimbangan beliau adalah TOP Komentator pada blog setengah hati ini.

Disamping Award juga mendapatkan hadiah hiburan Berupa Domain sekaligus Hostingnya yaitu : http://marsudiyanto.info, login dan password domain dan cPanèlnya silakan di ambil di kantor Pusat DPP Gus.Yehia.Org (eh PM aja yaa pak)


Selamat.. nantikan Award berikutnya Tahun Depan, InshaAllah ..



Benar kata orang, melakukan apapun jalani aja, jangan dipikir imbalan apa yang akan kita dapatkan. Sama seperti yang saya lakukan di blog setengah hati, ndak pernah ada iming2 atau iklan di situ tentang misalnya siapa yg paling sering komentar akan dapat ini-itu, tiba2 di penghujung 2008 saya dikirimi award ini:

Photobucket



Ndak cuman itu, saya juga diberi kos2an gratis berjudul http://marsudiyanto.info, selain yang http://mars.khai.yehia.org. Tapi karena saya masih buta soal WP, maka hadiah yang pertama itu ndak terawat, banyak kecoaknya, banyak alang2nya. Saya berjanji, taun 2009 nanti akan menjadikannya sebagai awal semangat saya untuk merawat http://marsudiyanto.info dengan sebaik2nya.
Diberi tumpangan gratis, STNK dan perijinan diuruskan. Bener2 tinggal mancal.

Makasih buat Gus Yehia dan rekan serta semua crew di DPP Gus.Yehia.Org

Sejarah panjang tentang bagaimana saya kenal beliau bermula saat saya masuk ke [sini], lalu saya kenal [orang ini] yang sekarang ngemper di [sini]. Itulah knapa saya punya [ini].
Gus Yehia inilah yang empunya Front Blogger Gurem yang alamatnya http://frontbloggergurem.com dengan ikrarnya
  1. Kami Warga FBG berjanji Akan setia pada NKRI

  2. Kami Warga FBG berjanji Akan ngeblog ....

  3. Kami Berjanji ini

  4. Kami Berjanji itu

  5. Kami Berjanji ini itu

Atas usulan saya pula, FBG menerbitkan Surat Ijin Usaha Blog (SIUB) versi Blogger Gurem. SIUB saya terpasang di kiri atas blog ini dengan Nomor 03/FBG/2008. Nomor 1 dan 2 miliknya Gus Yehia dan Cantriknya Khairuddin Syah. Itulah knapa pula emperan saya bernama http://mars.khai.yehia.org


Lalu

Muncullah pertanyaan itu, benarkah yang begini ini setengah hati?. Bukankah yang begini ini lima setengah hati aja masih terlalu sedikit?

Saya tidak menyanjung. Buat apa saya menyanjung, wong ndak nyanjung aja sudah diberi cemacem. Lagian, kalau saya nyanjung mestinya bukan sekarang tapi dulu2.
(Atau saya perlu nyanjung lagi biar dikirimi laptop ya) Photobucket

Ini menurut saya. Yang lain boleh beda pendapat.



Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Seragam Yang Seragam

15 Desember 2008



S
eragam identik dengan sesuatu yang sama dan bersifat massal, misalnya baju seragam, tiang bendéra seragam, tas seragam. Entah kenapa, kalau hanya disebut 'seragam', orang akan menginterpretasikan itu adalah pakaian, bukan yang lain.

Lalu, tentang judul 'seragam yang seragam' itu...

Ooo..., itu maksudnya ya baju seragam yang seragam. Namanya aja seragam, ya harus seragam. Murid SD, SMP dan SMA pakai seragam yang seragam se Indonesia. Kalau anak TK pakai seragam tapi ndak sama se Indonesia. Jadi ada seragam yang seragam, ada seragam yang ndak seragam.

Penyeragaman ada maksudnya. Yang jadi pertanyaan, kenapa penyeragaman itu penekanannya terutama pada sekolah negeri saja?. Kenapa tidak sekalian di perguruan tinggi negeri?. Knapa dibedakan?. Dalam hal ini, termasuk pegawai negeri juga. Knapa seragamnya harus seragam?. Kenapa dosen di perguruan tinggi tidak diseragamkan seragamnya?. Yang agak memprihatinkan adalah bahannya. Sebagai guru yang seragamnya seragam, saya terpaksa mempertanyakannya. Mau tanya ke siapa saya ndak tau dan belum tentu ada yang tau. Paling enak tanya ke yang baca tulisan saya ini, yang terlanjur saya anggap cerdas dan bisa beri solusi, bisa menghibur saya dengan komentar yang aneka rasa, atau minimal ya tidak nambah penderitaan saya.

Indonesia adalah daerah tropis, panas. Tapi seragam saya dari atas sampai bawah bahannya sama, bahan celana. Edan!. Kalau ruangannya ber AC mungkin oké. Lha ini, ruangan panas, kami dipaksa terpaksa pakai seragam berbahan celana tapi dibuat baju. Senin warnanya ijo aneh seperti Hansip atau disebut Linmas. Aneh juga, kenapa guru diberi tugas sampingan sebagai pelindung masyarakat (Linmas). Selasa pakai yang namanya PSH, kalau ndak salah singkatan dari Pakaian Sipil Harian. yang ini warnanya mulai beda2, tapi bahannya tetep sama, atas bawah bahan celana. Rabu pakai coklat2 yang disebut keki, seperti yang dipakai Carik, Kepala Desa, Camat, Bupati, penuh dengan logo dan lencana seperti militer. Kamis pakai batik seperti mau kondangan padahal tidak. Jumat Sabtu beda tiap daerah. Di tempat lain memang ada seragam, tapi manusiawai, terutama bahannya. Baju ya dari bahan baju.

Andai boleh mempertanyakan, kenapa penyeragaman ini musti menyeluruh?. Knapa tidak per instansi saja, sehingga salah satu tidak terkena imbas bila ada kelompok lain yang lakukan hal2 kurang baik?. Kebinekaan dan keanekaragaman seléra sama sekali tak terakomodir. Memang bisa saja orang memojokkan dan berkata: "sudah mau jadi PNS ya harus ikuti aturan". Edan Lagi, Lagi2 Edan!.

Penyeragaman sungguh menyiksa. Saya pernah membaca tulisan tentang penyeragaman yang menyiksa. Ceritanya, seluruh binatang dikumpulkan dan diberi pelajaran yang seragam untuk semuanya. Saat pelajaran renang, ikan, katak, buaya, bèbèk dan kura2 senang bukan kepalang, tapi kucing, gajah, kambing demikian tersiksa. Lalu ketika giliran pelajaran terbang, para burung, nyamuk, lalat dan sebangsanya demikian cepat menguasai sementara harimau, rusa, buaya akan menderita. Tibalah pelajaran lari. Burung, ikan, bèbèk, akan terinjak2 oleh kuda, gajah, macan dan pelari lainnya.

Itulah gambaran kalau penyeragaman diterapkan pada kegiatan, situasi dan kondisi tempat yang tidak sama.


Catatan:

1. Seragamnya diberi, tapi ndak pakai uangnya yang memberi (saya yakin itu)

2. Saat nulis ini, saya berseragam ijo2 Linmas. Jan wagu banget


mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Percaya Ndak Percaya

14 Desember 2008



O
po rak wedi nèk udunen Pak...*)
Begitu tanya istri saya saat lihat saya duduk di bantal. Saya ndak njawab, karena saya ndak siap njawab. Mau bilang tidak, wong saya juga ada sedikit rasa takut, mau bilang takut kok ngisin-isini temen, karena secara ilmiah jelas belum bisa dibuktikan bahwa orang yang duduk di bantal akan wudunen.
Yang ada justru, orang duduk pakai bantal ya karena wudunen itu, biar empuk.

Cara orang tua kita dulu dalam ngajari kita untuk menempatkan segala sesuatu pada tempat yang semestinya memang kadang ndak secara langsung.
Contoh lainnya kalau mengingatkan anak perempuannya agar kalau nyapu ndak ada yang terléwat adalah dengan sedikit ancaman: "kalau nyapunya ndak bersih, nanti jodohnya kumisan". Bagi anak perempuan yang memang mendambakan pria berkumis pasti kalau nyapu akan sak pénaké déwé. Yang payah kalau yang nyapu anak laki2. Lha rak medèni uwong**), nèk laki2 jodohnya kumisan. Bisa2 TMT (Térong Makan Térong)...

Biar saya ada referènsi, bagaimana pendapat sampéyan tentang duduk di bantal yang dihubungkan dengan sakit wudun ini?


catatan:

*) Apa ndak takut kalau bisulan Pak?

**) Lha kan nakutin orang


mastermini
Postingan ini dilengkapi fasilitas pengaturan jenis dan ukuran font.
Pilih dan atur sesuai selera agar nyaman di mata. Terima Kasih.

Random Post

Back to top

Sugeng

Selamat
Hari

Have
a nice day

~mars~